BOMBASTIS BANK NTT PERNAH UNTUNG 1 TRILIUN DARI TRANSAKSI SURAT BERHARGA. MUNGKINKAH TERSESAT DIJALAN YANG BENAR?
✕

BREAKING NEWS

  • ASN Selingkuh
  • Advokat
  • Advokat BANRI JERRY JACOB
  • Alex Lumba
  • Alexander Frengklin Tungga
  • Aliansi Peduli Astrid dan Lael
  • Amelia Stefanie Loemau
  • Andre Lado
  • Andre P Keya
  • Andre Sole
  • Asten Bait
  • Astry dan Lael
  • Axel Alaxander
  • Ayo Bangun NTT
  • Ayodhia G. L. Kalake
  • BISNIS
  • BPAD
  • BPD NTT
  • BREAKING NEWS
  • BUMD
  • Bank NTT
  • Banua Purba
  • Benhard Menoh
  • Bildad Thonak
  • Buang Sine
  • Bupati Belu
  • Cosmas Lana
  • Covid-19
  • DPP MOI
  • DPW MOI Provinsi NTT
  • Daerah
  • Dandim 1604/Kupang
  • Darius Beda Daton
  • Dewan Pers
  • Dewan Pers MOI
  • Dino Karang
  • Dugaan Perzinahan
  • Dugaan Pungli
  • EKONOMI
  • El Asamau
  • Falent Kebo
  • Flores Timur
  • Fransisco Bernando Bessi
  • Gama Ferroh
  • Gibran Rakabuming Raka
  • Gubernur NTT
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • Hanura
  • Herry FF Battileo
  • Heru Dupe
  • Irjen Pol Johanis Asadoma
  • Ivan Missa
  • Jacob Petrus Nalle
  • Jefta Soai
  • Jusuf Rizal
  • KKPD
  • KPK
  • KPUD Provinsi NTT
  • Kabupaten Kupang
  • Kajari Kota Kupang
  • Kakanwil Hukum dan Ham NTT
  • Kapolda NTT
  • Kapolres Kupang Kota
  • Karang Taruna Oeba
  • Kartu Kredit Pemerintah Daerah
  • Kasus Lika Liku NTT
  • Kasus Pembunuhan
  • Kasus Remas Pantat
  • Kejari Kota Kupang
  • Ketua DPW MOI Provinsi NTT
  • Ketua Karang Taruna Oeba
  • Ketua PMI Kota Kupang
  • Ketum MOI
  • Ketum Parsindo
  • Kodim 1604/Kupang
  • Kombes Pol. Rishian Krisna
  • Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto
  • Komisi III DPRD NTT
  • Kristofarus Puan Wawin
  • LSM Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) NTT
  • Lapas Kelas 2A Kupang
  • Lexy Tungga
  • Louis K. Gonsalves
  • MANCANEGARA
  • MILITER
  • Mabes Polri
  • Mahkamah Konstitusi RI
  • Marciana Jone
  • Markus Lioe
  • Marsel Nagus Ahang
  • Marten Soleman Konay
  • Media Online Indonesia (MOI)
  • Melki-Johni
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Oknum Guru SD Inpres Sikumana 3
  • PAPIDOS
  • PEMERINTAH
  • PERKEMI NTT
  • PERS
  • PMI Kota Kupang
  • POLITIK
  • PT. Flobamor
  • PT. ISS-Unilever
  • PWMOI
  • PWMOI Provinsi NTT
  • Pangdam Udayana
  • Partai Parsindo
  • Pelecehan Seksual
  • Pembunuhan Ibu dan Anak
  • Pemkab Belu
  • Pemkot Kupang
  • Pemprov NTT
  • Perlawanan Eksekusi
  • Pj. Gubernur NTT
  • Polres Lembata
  • Polresta Kupang Kota
  • Polsek Kota Raja
  • Polsek Maulafa
  • REGIONAL
  • Refafi Gah
  • Ronaldinho
  • Roy Herman Bolle
  • Ruben Logo
  • Rudi Sembiring Meliala
  • Rusydi Maga
  • Samuel Haning
  • Sekjen DPP MOI
  • Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT
  • Senkom Mitra Polri NTT
  • Sepakbola
  • TNI AD
  • TNI-POLRI
  • Taekwondo
  • Tipikor
  • Tokoh Pers NTT
  • Tommy Jacob
  • Wakil Bupati
  • Wali Kota Kupang
  • Wartawan Dilarang Ambil Gambar
  • dr. Christian Widodo
A1 Channel

Breaking News

Link Menu Atas

    • News
    • Bisnis
    • Superskor
    • Sport
    • Seleb
    • Lifestyle
    • Travel
    • Otomotif
    • Techno
    • Kesehatan
    • Populer
    • Beli Tribunnexs
    HOME › #EddyGanggus #bankntt #ntt

    BOMBASTIS BANK NTT PERNAH UNTUNG 1 TRILIUN DARI TRANSAKSI SURAT BERHARGA. MUNGKINKAH TERSESAT DIJALAN YANG BENAR?

    Kamis, 10 November 2022, 7:46:00 PM

    Baca Juga :

     

    Bombastis Bank NTT pernah untung 1 T dari transaksi Surat Berharga, mungkinkah tersesat 

    Eddy Ngganggus

    Oleh ; Eddy Ngganggus

    Diberitakan media Selatan Indonesia tanggal 14 Juni 2022, dibawah judul Bank NTT pernah Untung Rp 1 Triliun di Transaksi Surat Berharga, 50 M itu Risiko Bisnis. Atas judul ini saya ingin urun rembuk pikiran berikut ;

     

     

    Ada yang perlu di perjelas lagi dari pernyataan kuasa hukum pak Apolos, soal pernyataan

    “Sama halnya transaksi dengan PT. SNP Finance sesuai prosedur, metode dan cara yang sama PT. BPD NTT telah mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp 1.000.000.000.000, (Satu Triliun Rupiah). Dan pada tahun 2018 baru terjadi resiko bisnis dengan PT. SNP Finance senilai Rp 50.000.000.000,”

    Keuntungan 1 T dari surat berharga , memiliki formula “ Pendapatan – biaya = Untung “

    Berapa besarkah pendapatan dan biaya dari transaksi surat berharga jenis obligasi yang diterbitkan oleh bank NTT dan berapa besar pendapatan dan biaya jenis MTN yang dibeli bank NTT sejak tahun 2011. Oleh kuasa hukum bank NTT keuntungan dari surat berharga di satukan ,padahal di dalamnya ada 2 jenis yakni obligasi dan MTN. Pernyataan ini berpotensi contradiction in terminis . Keuntungan dari surat berharga di komparasi dengan kerugian MTN pada tahun 2018. Ini dua hal yang berbeda , meskipun  makna kedua jenis transaksi  surat berharga ini sama-sama mendatangkan pendapatan atau income bagi bank NTT. Namun baiklah dipahami bahwa sumber pendapatan kedua investasi ini berbeda ,karena MTN itu ada pada sisi Aktiva , sedangkan Obligasi berada pada sisi Passiva. Obligasi menimbulkan kewajiban dari bank NTT , sedangkan MTN mendatangkan hak bagi bank NTT . Ini artinya Investasi dana berupa MTN pada PT SNP adalah harta bank yang ada pada pihak kedua yakni PT SNP, dan dari situ pihak kedua (dalam hal ini PT SNP) timbul kewajiban untuk membayar kembali pokok dan bunga (cuopon rate) kepada bank NTT. Sedangkan Obligasi adalah surat berharga yang diterbitkan oleh bank NTT dalam rangka mendapatkan tambahan dana segar untuk memperkuat struktur liquiditas bank NTT. Dengan demikian obligasi ini bisa di samakan dengan harta pihak ke dua yang dipinjam oleh bank NTT ,sehingga timbul kewajiban dari bank NTT untuk membayar kepada pihak kedua berupa pokok dan bunganya. Dana dari hasil penjualan obligasi ini ,lalu digunakan bank NTT untuk disalurkan dalam bentuk kredit kepada debitur. Dari pinjaman inilah bank NTT memperoleh bunga pinjaman sebagai sumber pendapatan bank, yang digunakan untuk membayar bunga kepada pihak pembeli obligasi dan sisanya menjadi income atau sumber pendapatan bank. Kedua model transaski ini mengandung profile risiko yang berbeda, jika risiko MTN terekspose pada ada tidaknya kemampuan si penerbit MTN untuk mengembalikan dana yang diberikan bank NTT, sedangkan pada obligasi risikonya terekspose pada ada tidaknya kemampuan bank NTT untuk mengembalikan dananya kepada pihak pembeli obligasi bank NTT baik pokok maupun bunganya. Ulasan ini menjadi penting untuk menjelaskan duduk persoalan argument kuasa hukum bank NTT  yang berjudul Bank NTT pernah Untung Rp 1 Triliun di Transaksi Surat Berharga, 50 M itu Risiko Bisnis . Jadi tidak tepat jika risiko MTN dan untung 1 T dari surat berharga di komparasi seperti itu. 

    Berikut Investasi MTN adalah satu-satunya dan pertama kalinya investasi surat berharga oleh bank NTT kepada pihak corporasi non bank yang adanya pun atau transaski pertama kali baru pada tahun 2018, apesnya hal itu serta merta langsung gagal bayar sebesar Rp 60 M terdiri dari Pokok 50 M dan bunga atau coupon Rp 10,5 M. Sedangkan obligasi sudah beberapa kali dilakukan bank NTT dan puji Tuhan semuanya berjalan lancar alias tidak ada yang macet.

    Idealnya yang urgen di gagas bersama publik saat ini adalah  :

    1. Bersama APH (Aparat Penegak Hukum) menelusuri apakah PT SNP masih mampu mengembalikan dana bank NTT yang dipakainya ? Jika mampu bagaimana mekanismenya, jika tidak mampu bagaimana konsekuensinya.

    2. Apakah LHP BPK itu berkategori BJR  atau tidak. Jangan sampai bank NTT kekeh mengatakan ini BJR, karena dengan demikian Bank NTT seolah berhadap-hadapan muka dengan BPK ini indikasinya seakan menolak hasil LHP BPK yang sudah pernah di terima  dan di tandatangani oleh Dirut sebelumnya yakni Bapak Izhak Eduard ,S.Kom bahwa Bank NTT sependapat dengan LHP BPK tersebut.

    3. APH segera bertidak menindaklanjuti temuan yang ada di dalam LHP BPK tersebut agar jangan sampai menggelinding terlalu lama, karena implikasinya bagi publik NTT akan terus menjadi obyek adu argument yang outpunya bisa berada di jalan yang benar , bisa juga berada di jalan yang salah ataupun mungkin  juga bisa tersesat di jalan yang benar.

    4. Bersama-sama dengan publik melakukan synergi gagasan secara “jujur” untuk menyelamatkan uang rakyat agar bisa di kembalikan dan kemudian berupaya untuk jadikan Investasi MTN dengan sejumlah temuan BPK sebagai pelajaran agar tidak di ulangi lagi di masa mendatang. Dengan demikian NTT yang di stigmatisasi sebagai propinsi yang rakyatnya “miskin & bodoh” sama-sama kita perangi menuju NTT yang rakyatnya makmur dan sejahtera. Karena sejatinya tidak semua rakyat NTT itu miskin dan bodoh. Masih ada sejumlah orang NTT yang tidak berada di kategori itu. Niscaya *)

    Tags #EddyGanggus #bankntt #ntt
    Bagikan ini ke

    Komentar

    BERITA POPULER+

    • Terkait Dugaan Pemerasan, Kejaksaan Agung segera jatuhkan Sanksi Kode Etik terhadap 2 Jaksa Asal NTT ‎
        Ket Foto : Ilustrasi ‎ ‎Surakarta, A1Channel.id -- Kejaksaan Agung segera jatuhkan sanksi Kode etik Kepada 2 (dua) orang Jaksa asal Nus...
    • Tim Kuasa Hukum JPB Buka Suara soal Dugaan Perselingkuhan di Oebufu, Minta Pemberitaan Diluruskan
      Foto dari kiri ke ke kanan:  Ardy B. W. Lejab, S.H.,  Alex Piter Mahing, S.H., Andre Lado, S.H., dan Rusydi Saleh Maga, S.H., Selasa (6/10)....
    • "HATI - HATI" Angkat Anak dan Dimasukan Dalam Daftar Gaji Tidak Sesuai Prosedur
      Ket Foto :  Advokat Herry Battileo,SH,.MH Kupang, A1Channel.id -- Menurut Advokat Herry Battileo,SH,.MH, ketika ditemui wartawan mengatakan...
    • ASPREM NTT Amankan Tiga Terduga Pelaku Pembobol Sistem Keamanan Mobil Rental di Fatululi Kupang
      ASPREM NTT bersama kuasa hukum Andre Lado, S.H., (kedua dari kiri) saat mendatangi Mapolresta Kupang Kota, Minggu (11/10/2026). Foto : Dok. ...
    • Partai Parsindo Jejakkan Kaki di NTT, Jusuf Rizal Tunjuk Eben Domaking Bangun Struktur DPW
      Ketua Umum DPP Parsindo Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, M.Si. (Foto : Istimewa) Kupang, A1Channel.id  – Partai Swara Rakyat Indonesia (Pa...
    + Indeks Berita

    Link Bawah

    • Redaksi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami
    Copyright © A1 Channel

    TerPopuler