PENETAPAN STATUS TERSANGKA KEPADA HENDRIKUS DJAWA SUDAH SESUAI PASAL 184 KUHAP
✕

BREAKING NEWS

  • ASN Selingkuh
  • Amelia Stefanie Loemau
  • Astry dan Lael
  • Axel Alaxander
  • Ayodhia G. L. Kalake
  • BPD NTT
  • BREAKING NEWS
  • BUMD
  • Bank NTT
  • Banua Purba
  • Benhard Menoh
  • Bildad Thonak
  • Buang Sine
  • Bupati Belu
  • Covid-19
  • DPW MOI Provinsi NTT
  • Dandim 1604/Kupang
  • Dewan Pers
  • Dewan Pers MOI
  • Dino Karang
  • EKONOMI
  • El Asamau
  • Fransisco Bernando Bessi
  • Gama Ferroh
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • Hanura
  • Herry FF Battileo
  • Irjen Pol Johanis Asadoma
  • Jefta Soai
  • KKPD
  • KPUD Provinsi NTT
  • Kajari Kota Kupang
  • Kakanwil Hukum dan Ham NTT
  • Kapolda NTT
  • Kapolres Kupang Kota
  • Karang Taruna Oeba
  • Kartu Kredit Pemerintah Daerah
  • Kasus Pembunuhan
  • Kasus Remas Pantat
  • Kejari Kota Kupang
  • Ketua DPW MOI Provinsi NTT
  • Ketua Karang Taruna Oeba
  • Kodim 1604/Kupang
  • Kombes Pol. Rishian Krisna
  • Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto
  • Kristofarus Puan Wawin
  • LSM Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) NTT
  • Lapas Kelas 2A Kupang
  • Lexy Tungga
  • Louis K. Gonsalves
  • MANCANEGARA
  • MILITER
  • Mahkamah Konstitusi RI
  • Marciana Jone
  • Markus Lioe
  • Marsel Nagus Ahang
  • Marten Soleman Konay
  • Media Online Indonesia (MOI)
  • Melki-Johni
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAH
  • PERS
  • POLITIK
  • PT. Flobamor
  • Pelecehan Seksual
  • Pembunuhan Ibu dan Anak
  • Pemkab Belu
  • Pemkot Kupang
  • Pemprov NTT
  • Pj. Gubernur NTT
  • Polres Lembata
  • Polresta Kupang Kota
  • REGIONAL
  • Refafi Gah
  • Ronaldinho
  • Roy Herman Bolle
  • Ruben Logo
  • Samuel Haning
  • Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT
  • Senkom Mitra Polri NTT
  • Sepakbola
  • TNI AD
  • TNI-POLRI
  • Taekwondo
  • Tipikor
  • Tommy Jacob
  • Wartawan Dilarang Ambil Gambar
A1 Channel

Breaking News

Link Menu Atas

    • News
    • Bisnis
    • Superskor
    • Sport
    • Seleb
    • Lifestyle
    • Travel
    • Otomotif
    • Techno
    • Kesehatan
    • Populer
    • Beli Tribunnexs
    HOME

    PENETAPAN STATUS TERSANGKA KEPADA HENDRIKUS DJAWA SUDAH SESUAI PASAL 184 KUHAP

    Sabtu, 19 Agustus 2023, 6:25:00 PM

    Baca Juga :

     

    FOTO : kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, S.IK.

    Kupang, A1-Channel.Com -- Kepada Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kabid Humas Polda NTT) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ariasandy,  S.I.K, tegaskan bahwa penetapan status tersangka kepada Hendrikus Djawa sudah sesuai dengan Pasal 184 KUHP

    Penetapan tersebut berdasarkan surat ketetapan nomor: S.Tap/14 VIll/2023/Ditreskrimsus tentang penetapan tersangka tertanggal 15 Agustus 2023.

    Menurut Kabid Humas, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus (Ditreskrimsus) Sub Unit V Cyber Crime  Polda NTT dalam menetapkan tersangka sudah melalui proses dan gelar perkara yang artinya penyidik setidaknya telah memiliki 2 alat bukti yang cukup.

    "Iya..penyidik menentukan status tsk tentunya sdh melalui proses dan gelar perkara, jadi kalo penyidik sdh tetapkan tsk artinya penyidik berpendapat bahwa sdh terpenuhi setidaknya 2 alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP" hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. AriaSandy, S.I.K, lewat pesan Whast App (WA)

    Penegasan Kabid Humas Polda NTT itu menangapi pertanyaan Hendrikus Djawa yang  dikirimkan lewat Pesan WA kepada wartawan Media A1-Channel.com yang kemudian di teruskan ke Kabid Humas Polda NTT.

    "(3 tanda emoji wajah tersenyum seperti malaikat) no komen.. Om tanyakan ke mereka barang bukti berupa Handphone atau Leptop atau Komputer yang digunakan untuk kelola Akun Facebook apakah sudah ada ? Sehingga Penyidik berani tetapkan Tersangka tanpa Barang Bukti" tanya Hendrikus Djawa

    Pertanyaan Hendrikus Djawa tersebut menanggapi kiriman WA dari Wartawan A1-Channel.com yang berupa link berita dari media online Timex dengan judul Hina Kabid Propam Polda NTT Hendrikus Djawa Jadi Tersangka, dengan disertai kalimat itu ada berita timex soal penetapan tersangka.

    Untuk diketahui, Hendrikus Djawa dilaporkan oleh  Kombes Pol. Drs. Dominikus Savio Yempormase saat ini menjabat sebagai KabidPropam Polda NTT, terkait dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial.

    Sebelumnya Hendrikus Djawa sebelum ditetapkan sebagai Tersangka oleh Ditreskimsus Polda NTT, telah dua kali dipanggil ke Polda NTT dalam rangka Restorative Justice (Keadilan restoratif yang merupakan suatu wujud dari keadilan yang berpusat pada pemulihan korban, pelaku kejahatan, dan masyarakat).

    A1-Channel.com : Paul Adrian Amalo

    Tags
    Bagikan ini ke

    Komentar

    BERITA POPULER+

    • PENJABAT GUBERNUR NTT LAYANGKAN KEBERATAN TERKAIT PENYERTAAN MODAL DAERAH KE BANK NTT
        foto : Ayodhia G. L. Kalake, S.H., MDC (Penjabat Gubernur NTT)  Kupang, A1 Channel  -  Penjabat Gubernur NTT yang juga merupakan Pemegang ...
    • Refafi Gah Kantongi Nama Bakal Calon Kepala Daerah Sedaratan Sumba
      foto : Oesman Sapta dan Refafi Gah Kupang, A1 Channel  - Refafi Gah Ketua DPD Hanura NTT  telah mengantongi Nama-nama Bakal Calon Kepala Dae...
    • KUB dengan Bank DKI terancam gagal Karena Usia Komisaris Independent Lampaui Persyaratan dalam Permendagri
        Foto : Marsel Nagus Ahang (Ketua LSM LP2DM) Kupang, A1 Channel - Upaya Penyelamatan Bank NTT dari Sanksi peraturan OJK (POJK) No.12/POJK.0...
    • Andre Lado Nilai Tergugat Dalam Perlawanan Eksekusi Tanah Lampu Merah Oesapa Keliru Menafsirkan Asas Nebis In Idem
      Ket. Foto : Adv. Andre Lado, S.H Kota Kupang, A1Channel.id - - Perkembangan terbaru sengketa eksekusi objek tanah di kawasan Lampu Merah Oes...
    • Andre Lado dan Rusdy Maga Perkuat PWMOI Jadi Kekuatan Pers Terbesar di NTT
      Ket. Foto : Andre Lado, S.Hbdan Rusdy Maga, S. H Kupang, A1Channel.id – Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) diprediksi akan...
    + Indeks Berita

    Link Bawah

    • Redaksi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami
    Copyright © A1 Channel

    TerPopuler