Polda NTT Dinilai Lamban Tangani Kasus Penggelapan Mobil, Laporan Mandek Sejak Maret 2024
✕

BREAKING NEWS

  • ASN Selingkuh
  • Advokat
  • Advokat BANRI JERRY JACOB
  • Alex Lumba
  • Alexander Frengklin Tungga
  • Aliansi Peduli Astrid dan Lael
  • Amelia Stefanie Loemau
  • Andre Lado
  • Andre P Keya
  • Andre Sole
  • Asten Bait
  • Astry dan Lael
  • Axel Alaxander
  • Ayo Bangun NTT
  • Ayodhia G. L. Kalake
  • BISNIS
  • BPAD
  • BPD NTT
  • BREAKING NEWS
  • BUMD
  • Bank NTT
  • Banua Purba
  • Benhard Menoh
  • Bildad Thonak
  • Buang Sine
  • Bupati Belu
  • Cosmas Lana
  • Covid-19
  • DPP MOI
  • DPW MOI Provinsi NTT
  • Daerah
  • Dandim 1604/Kupang
  • Darius Beda Daton
  • Dewan Pers
  • Dewan Pers MOI
  • Dino Karang
  • Dugaan Perzinahan
  • Dugaan Pungli
  • EKONOMI
  • El Asamau
  • Falent Kebo
  • Flores Timur
  • Fransisco Bernando Bessi
  • Gama Ferroh
  • Gibran Rakabuming Raka
  • Gubernur NTT
  • HEADLINE
  • HUKRIM
  • Hanura
  • Herry FF Battileo
  • Heru Dupe
  • Irjen Pol Johanis Asadoma
  • Ivan Missa
  • Jacob Petrus Nalle
  • Jefta Soai
  • Jusuf Rizal
  • KKPD
  • KPK
  • KPUD Provinsi NTT
  • Kabupaten Kupang
  • Kajari Kota Kupang
  • Kakanwil Hukum dan Ham NTT
  • Kapolda NTT
  • Kapolres Kupang Kota
  • Karang Taruna Oeba
  • Kartu Kredit Pemerintah Daerah
  • Kasus Lika Liku NTT
  • Kasus Pembunuhan
  • Kasus Remas Pantat
  • Kejari Kota Kupang
  • Ketua DPW MOI Provinsi NTT
  • Ketua Karang Taruna Oeba
  • Ketua PMI Kota Kupang
  • Ketum MOI
  • Ketum Parsindo
  • Kodim 1604/Kupang
  • Kombes Pol. Rishian Krisna
  • Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto
  • Komisi III DPRD NTT
  • Kristofarus Puan Wawin
  • LSM Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) NTT
  • Lapas Kelas 2A Kupang
  • Lexy Tungga
  • Louis K. Gonsalves
  • MANCANEGARA
  • MILITER
  • Mabes Polri
  • Mahkamah Konstitusi RI
  • Marciana Jone
  • Markus Lioe
  • Marsel Nagus Ahang
  • Marten Soleman Konay
  • Media Online Indonesia (MOI)
  • Melki-Johni
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • Oknum Guru SD Inpres Sikumana 3
  • PAPIDOS
  • PEMERINTAH
  • PERKEMI NTT
  • PERS
  • PMI Kota Kupang
  • POLITIK
  • PT. Flobamor
  • PT. ISS-Unilever
  • PWMOI
  • PWMOI Provinsi NTT
  • Pangdam Udayana
  • Partai Parsindo
  • Pelecehan Seksual
  • Pembunuhan Ibu dan Anak
  • Pemkab Belu
  • Pemkot Kupang
  • Pemprov NTT
  • Perlawanan Eksekusi
  • Pj. Gubernur NTT
  • Polres Lembata
  • Polresta Kupang Kota
  • Polsek Kota Raja
  • Polsek Maulafa
  • REGIONAL
  • Refafi Gah
  • Ronaldinho
  • Roy Herman Bolle
  • Ruben Logo
  • Rudi Sembiring Meliala
  • Rusydi Maga
  • Samuel Haning
  • Sekjen DPP MOI
  • Sekretaris DPW MOI Provinsi NTT
  • Senkom Mitra Polri NTT
  • Sepakbola
  • TNI AD
  • TNI-POLRI
  • Taekwondo
  • Tipikor
  • Tokoh Pers NTT
  • Tommy Jacob
  • Wakil Bupati
  • Wali Kota Kupang
  • Wartawan Dilarang Ambil Gambar
  • dr. Christian Widodo
A1 Channel

Breaking News

Link Menu Atas

    • News
    • Bisnis
    • Superskor
    • Sport
    • Seleb
    • Lifestyle
    • Travel
    • Otomotif
    • Techno
    • Kesehatan
    • Populer
    • Beli Tribunnexs
    HOME › BREAKING NEWS › Daerah › hukum

    Polda NTT Dinilai Lamban Tangani Kasus Penggelapan Mobil, Laporan Mandek Sejak Maret 2024

    Jumat, 07 Maret 2025, 11:05:00 PM

    Baca Juga :

     

    foto : Enny Anggrek dan Vijay Dharma


    KUPANG, A1-Channel - - Penanganan kasus dugaan penggelapan mobil yang dilaporkan sejak Maret 2024 oleh Vijay Dharma selaku pemilik mobil ke Polda NTT dinilai lamban.


    Hingga kini, laporan Vijay Dharma belum juga mendapat tindak lanjut yang jelas dari pihak kepolisian, meski sudah lebih dari satu tahun berlalu.


    Keluarga Vijai, Enny Anggrek menyebut, kasus ini bermula saat Vijay Dharma, warga Tarus, NTT, terpaksa menjual mobil Toyota Innova miliknya melalui marketplace Facebook pada tanggal 15 Januari 2024.


    "Keputusan Vijay untuk menjual mobil itu, karena kebutuhan biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit," ujar Enny Anggrek kepada wartawan di Kupang, Sabtu 1 Maret 2025 sore.


    Menurut dia, pada tanggal 7 Februari 2024, seorang calon pembeli bernama Golgota Heke, yang dikenalkan oleh Arjuna, datang untuk melihat kondisi mobil milik Vijay.


    Setelah mencoba mobil sejak pukul 19.00 Wita, kata Enny Anggrek, Golgota kemudian menghubungi Vijay pukul 12 malam, dan mengaku mobil mengalami kerusakan di jalan.


    "Vijay sempat meminta agar mobil dikembalikan ke rumahnya di dekat Puskesmas Tarus, namun Golgota bersikeras membawa mobil itu ke bengkel milik saudaranya untuk diperbaiki," jelasnya.


    Dua minggu berlalu, mobil tak juga dikembalikan. Golgota Heke kemudian menyampaikan niat membeli mobil secara kredit. Namun, proses tersebut penuh kejanggalan.


    Golgota meminta Vijay menandatangani kuitansi kosong sebanyak 10 lembar, namun Vijai menolak. Tak hanya itu, Golgota juga meminta Vijay membawa BPKB mobil ke BFI Leasing pada 8 Maret 2024, di mana dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada Guntur Kase, salah satu karyawan BFI.


    Sayangnya, proses pencairan dana yang dijanjikan tidak terealisasi. Hingga akhirnya, Vijay melaporkan kasus ini ke Polda NTT pada tanggal 14 Maret 2024.


    Vijay dipanggil Polda NTT untuk klarifikasi pada tanggal 20 Maret 2024 dan hanya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) satu kali.


    "Sejak itu, tidak ada tindak lanjut apapun dari pihak kepolisian, meskipun kasus ini sudah berjalan lebih dari setahun," tegas Enny Anggrek.


    Enny Anggrek menyesali lambannya proses hukum yang ditangani Polda NTT. Dia meminta Kapolda, Wakapolda dan Dirkrimum untuk segera menindaklanjuti kasus ini.


    "Apakah Polda NTT akan membiarkan kasus ini, dan masyarakat mengambil langkah sendiri seperti yang terjadi di Kabupaten Pati?," tegasnya.


    Kasus ini semakin pelik karena Golgota Heke disebut-sebut sebagai calon legislatif dari salah satu partai politik. Sehingga waktu itu polisi menyebut jika sudah ada penetapan KPU, baru Golgota Heke bisa diproses secara hukum.


    "Setelah penetapan KPU pun, hingga kini tidak ada tindakan apa pun dari Polda NTT. Mobil sudah lebih dari satu tahun dipakai Golgota Heke tanpa sepeser pun pembayaran kepada Vijai," ungkapnya.


    Tak hanya itu, Golgota Heke bahkan sempat mengancam Vijay menggunakan senjata tajam (parang). Dia mencontohkan, mobil rental saja biayanya Rp300 ribu per hari, bagaimana dengan mobil ini yang sudah dipakai lebih dari satu tahun tanpa ada pembayaran sama sekali?.


    "Jadi jangan permainkan kasus ini seolah Golgota Heke ini orang hebat. Kalau mau kembalikan harus hitung juga berapa biaya selama setahun lebih ini. Atau kalau mau beli, ya silahkan beli. Dia harus tanggung jawab," terangnya.


    Sedangkan pemilik mobil, Vijay Dharma, berharap Polda NTT bisa menyelesaikan perkara ini dengan baik. Bila perlu, mobil itu dikembalikan.


    Karena, kata dia, hingga kini tidak ada tindakan apapun dari Polda NTT. Buktinya, mobil milik Vijay sampai saat ini masih digunakan oleh Golgota Heke.


    Harusnya, kata Vijay, jika mobil itu masih dalam masalah hukum, maka polisi harus mengamakan mobil itu sebagai barang bukti. Bukan membiarkan dipakai begitu saja.


    "Karena minggu lalu saya ke Atambua, saya melihat mobil saya di jalan dan sempat merekamnya sebagai bukti. Kalau mobil ini masih dalam masalah hukum, seharusnya polisi mengamankannya, bukan membiarkan," pungkas Vijay. Enny Anggrek kemudian menyerahkan nomor HP Golgota Heke untuk dilakukan konfirmasi, namun saat dihubungi wartawan media ini, baik lewat telephon maupun lewat WhatsApp hanya centang satu. (Tim) 

    Tags BREAKING NEWSDaerahhukum
    Bagikan ini ke

    Komentar

    BERITA POPULER+

    • Terkait Dugaan Pemerasan, Kejaksaan Agung segera jatuhkan Sanksi Kode Etik terhadap 2 Jaksa Asal NTT ‎
        Ket Foto : Ilustrasi ‎ ‎Surakarta, A1Channel.id -- Kejaksaan Agung segera jatuhkan sanksi Kode etik Kepada 2 (dua) orang Jaksa asal Nus...
    • Tim Kuasa Hukum JPB Buka Suara soal Dugaan Perselingkuhan di Oebufu, Minta Pemberitaan Diluruskan
      Foto dari kiri ke ke kanan:  Ardy B. W. Lejab, S.H.,  Alex Piter Mahing, S.H., Andre Lado, S.H., dan Rusydi Saleh Maga, S.H., Selasa (6/10)....
    • "HATI - HATI" Angkat Anak dan Dimasukan Dalam Daftar Gaji Tidak Sesuai Prosedur
      Ket Foto :  Advokat Herry Battileo,SH,.MH Kupang, A1Channel.id -- Menurut Advokat Herry Battileo,SH,.MH, ketika ditemui wartawan mengatakan...
    • ASPREM NTT Amankan Tiga Terduga Pelaku Pembobol Sistem Keamanan Mobil Rental di Fatululi Kupang
      ASPREM NTT bersama kuasa hukum Andre Lado, S.H., (kedua dari kiri) saat mendatangi Mapolresta Kupang Kota, Minggu (11/10/2026). Foto : Dok. ...
    • Partai Parsindo Jejakkan Kaki di NTT, Jusuf Rizal Tunjuk Eben Domaking Bangun Struktur DPW
      Ketua Umum DPP Parsindo Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, M.Si. (Foto : Istimewa) Kupang, A1Channel.id  – Partai Swara Rakyat Indonesia (Pa...
    + Indeks Berita

    Link Bawah

    • Redaksi
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak Kami
    Copyright © A1 Channel

    TerPopuler