![]() |
| Foto : Bank (Google) |
Nasional, A1-Channel -- Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), dan juga Direktur Umum Bank Jawa Barat dan Banten Tbk (Persero) Yuddy Renaldy, yang telah sukses menjadi salah satu Induk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bank Daerah, pada tanggal 4 Maret 2025, secara resmi mengundurkan diri dari Direktur Utama BJB.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Persero) menunjuk Direktur Konsumer dan Ritel Yusuf Saadudin sebagai pengganti direktur utama utama perusahaan menggantikan Yuddy Renaldy.
"Pada tanggal 11 Maret 2025, rapat direksi perseroan dengan mempertimbangkan memo dewan komisaris perseroan nomor 22/DKO/M/2025 tanggal 10 Maret 2025 menetapkan Bapak Yusuf Saadudin selaku direktur konsumer dan ritel perseroan untuk menjadi direktur pengganti direktur utama perseroan," tulis manajemen, dikutip Kamis (13/3/2025).
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Bank BJB telah mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri Yuddy Renaldy sebagai direktur utama pada 4 Maret 2025.
Kemudian pada 6 Maret 2025 dewan komisaris perseroan berdasarkan rekomendasi komite nasional dan remunerasi perseroan memutuskan untuk membebastugaskan Yuddy Renaldi dari tugas dan jabatan sebagai direktur utama perusahaan.
Santer diberitakan, ia mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan pribadi atau tepat saat kasus korupsi Bank BJB mulai menjadi sorotan publik.
Permohonan tersebut akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2024 (RUPST TB 2024). Yuddy ditetapkan sebagai tersangka bersama Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto. KPK juga menetapkan tiga tersangka dari kalangan swasta, yaitu Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Kin Asikin Dulmanan, Pengendali Agensi BSC Advertising dan PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE) Suhendrik; serta Pengendali PT Cipta Karya Sukses Bersama (CKSB) dan PT Cipta Karya Mandiri Bersama (CKMB)
. "KPK per 27 Februari 2025 telah menerbitkan 5 Sprindik untuk 5 orang tersangka, dua orang adalah saudara YR Dirut Bank BJB, WH selaku Pimpinan Divisi corsec Bank BJB. Tiga orang swasta adalah pemilik agensi iklan yaitu IAD pemilik agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi, S agensi PSD dan WBG, RSJK pemilik agensi JKMP dan JSB," kata Plh Direktur Penyidikan KPK Budi Sokmo di Gedung Merah Putih, Jakarta,
KPK Sebut Anggaran Iklan Bank BJB Rp 409 Miliar, yang Direalisasikan Rp 100 Miliar Korupsi pengadaan iklan Dalam konstruksi perkara, Budi mengatakan kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB ini mencapai Rp 222 miliar. Pada periode 2021-2023, Bank BJB merealisasikan Belanja Beban Promosi Umum dan Produk Bank yang dikelola oleh Divisi Corporate Secretary sebesar Rp 409 miliar untuk biaya penayangan iklan di media TV, cetak, dan online lewat kerja sama dengan 6 agensi. Keenam agensi dimaksud adalah PT CKSB (Rp 105 miliar), PT CKMB (Rp 41 miliar), PT Antedja Muliatama (Rp 99 miliar), PT Cakrawala Kreasi Mandiri (Rp 81 miliar), PT WSBE (Rp 49 miliar), dan PT BSC Advertising (Rp 33 miliar). KPK menemukan fakta bahwa lingkup pekerjaan yang dilakukan agensi hanya menempatkan iklan sesuai permintaan Bank BJB serta penunjukan agensi dilakukan dengan melanggar ketentuan Pengadaan Barang dan Jasa. Hasilnya, KPK menemukan selisih uang dari yang diterima oleh agensi dari Bank BJB dengan yang dibayarkan agensi ke media sejumlah Rp 222 miliar.
Kasus korupsi pengadaan iklan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk atau Bank BJB memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) sebagai tersangka pada Kamis (13/3/2025). Yuddy mundur dari jabatannya sejak 4 Maret lalu. Hal ini juga telah diumumkan perseroan dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI). (Paul Adrian)
