![]() |
| Foto : Mahasiswa Unwira Kupang Bersama Nara Sumber |
Penulis : Allessandro Pain Rebon
Lembata, A1Channel.id -- Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menggelar sosialisasi tentang Pentingnya peran masyarakt adat dalam penyelesaian dan mediasi konflik di desa liwulagang , tepatnya di gereja St. Antonius dari Padua liwulagang
Kegiatan ini di langsungkan pada minggu 4 Mei 2025 seusai ibadah dalam rangka menyukseskan program kerja individu dalam kelompok mahasiswa UNWIRA yang sedang melakukan kegiatan MBKM(Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di desa Liwulagang, kecamatan Nagawtun Kabupaten Lembata.
Untuk memperlancar kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa menghadirkan dua Narasumber yang paham akan situasi di desa Liwulagang sndiri yaitu Tokoh adat dan kepala desa Liwulagang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah Desa dalam penyelesaian persoalan sosial secara Damai melalui pendekatan adat yang telah lama menjadi kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat Lembata pada umumnya.
Narasumber (1) Tokoh adat desa liwulagang bapa Yosep Demong Udak menjelaskan bahwa penyelesaian konflik melalui jalur adat telah lama menjadi tradisi lokal " Kami percaya bahwa setiap masalah bisa di selsaikan dengan duduk bersama mendengarkan satu sama lain dan mengedepankan nilai-nila kebersamaan yang di wariskan leluhur" , ujarnya
Pihak pemerintah Desa pun memberikan apresiasi terhadap langkah mediasi ini, Kepala Desa Liwulagang selaku narasumber (2) Bapa Simon Molan menyebut peran mayarakat adat sebagai elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial desa "pendketan adat seringkali diterima karena mengakar dalam kehidupan masyarakat", katanya
Antusias warga dalam mengikuti kegiatan sosialis ini sangat tinggi , masyarakat juga meminta dapat di bentuknya Lembaga Pemangku Adat(LPA) yang resmi di desa agar penyelsain konflik di desa tidak selalu melalui jalur formal.
Dengan kegiatan ini , diharapkan mekanisme penyelesaian dan mediasi konflik di desa lebih mengedepankan masyrakat adat yang menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni sosial di desa liwulagang. (TIM)
