![]() |
| Keterangan Foto: Kepala Desa Lamatutu, Vinsensius Umbu Soge (Dok. Pribadi). |
*Flores Timur, A1Channel.id -- 26 Agustus 2025* Semangat gotong royong kembali bergema di Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur. Pada Kamis, 7 Agustus 2025, sekitar 200 warga secara swadaya membuka akses jalan sepanjang 3,5 kilometer yang menghubungkan Tanabelen dan Wulokolong.
Jalur ini sebelumnya dibuka pada tahun 2012 melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) oleh Kodim 1624/Flores Timur. Namun, bencana badai Seroja pada 2021 menyebabkan kerusakan parah, membuat akses tersebut nyaris tak dapat dilalui. Upaya awal perbaikan sempat dilakukan oleh pengusaha alat berat, Elvis Tanin, menggunakan Excavator-nya secara sukarela atas permintaan bantuan dari Kepala Desa Lamatutu, Vinsensius Umbu Soge, pada tahun 2023.
*Aksi Kolektif Warga*
Dengan peralatan sederhana dan tenaga manual, warga bahu-membahu membersihkan material longsor, menggali timbunan, serta memperlebar badan jalan hingga mencapai tiga meter. Kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore, diwarnai semangat kebersamaan di mana setiap keluarga membawa bekal sendiri.
Kini, jalur yang sempat tertutup kembali terbuka, membuka peluang pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Wulokolong dan memperlancar distribusi hasil pertanian ke Larantuka.
*Apresiasi Pemerintah Desa*
Kepala Desa Lamatutu, Vinsensius Umbu Soge, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Flores Timur, khususnya Bupati Anton Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignas Uran, atas komitmen mereka terhadap pembangunan desa terpencil.
_“Inisiatif ini murni dari masyarakat. Namun kami sangat menghargai kebijakan Bupati dan Wakil Bupati yang terus memberi perhatian pada wilayah-wilayah terisolir seperti Lamatutu. Semoga pembangunan ke depan semakin menyentuh kebutuhan riil masyarakat,”_ ujar Vinsensius.
![]() |
| ket. Foto : Warga masyarakat desa Lamatutu, Kristoforus Ole Maran (dok. pribadi). |
*Suara dari Lapangan*
Salah satu warga, Kristoforus Ole Maran, menegaskan pentingnya akses jalan bagi kehidupan sehari-hari.
_“Kami tidak bisa terus menunggu bantuan. Jalan ini vital—untuk mengangkut hasil kebun, untuk anak-anak sekolah, dan untuk masa depan kami,”_ ungkapnya penuh harap.*Tim"

