![]() |
| ket Foto : Refafi Gah (Anggota Banggar DPRD Provinsi NTT( |
Kupang, 25 September 2025, A1Channel.id -- Anggota DPRD NTT dari Partai Hanura, Refafi Gah, menegaskan bahwa anggaran program retret bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai Rp1,6 miliar telah melalui mekanisme pembahasan sesuai aturan dan mendapat persetujuan Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi NTT.
Refafi membantah pemberitaan yang menyebut anggaran tersebut tidak pernah dibahas di Banggar. Menurutnya, seluruh proses telah dilalui sesuai ketentuan.
“Anggaran retret itu memang tidak dibahas di tingkat komisi karena ranahnya di Banggar. Mekanisme pembahasan sudah sangat baik karena Banggar bersama TAPD menyetujui tanpa catatan, yang kemudian dituangkan dalam pendapat Banggar dan disahkan melalui paripurna DPRD NTT,” jelas Refafi, Kamis (25/9/2025).
Ia menambahkan, sembilan fraksi di DPRD NTT juga menyampaikan pendapat akhir terhadap RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 tanpa memberikan catatan khusus. Setelah itu, dokumen RAPBD-P tersebut telah dilakukan asistensi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dinyatakan tidak ada catatan maupun rekomendasi terkait kegiatan retret ASN di Universitas Pertahanan (Unhan) Belu.
“Saya sendiri hadir dalam rapat Banggar bersama TAPD. Jadi saya kaget membaca berita yang menyebut anggaran ini tidak pernah dibahas di Banggar. Faktanya semua sudah melalui pembahasan resmi,” tegasnya.
Lebih jauh, Refafi menyatakan dukungannya terhadap program retret ASN yang dinilainya sebagai langkah penting membentuk karakter kepemimpinan birokrasi dan memperkuat kapasitas SDM aparatur.
“Program ini sangat bagus untuk membentuk pemimpin birokrasi agar lebih mampu menjalankan program gubernur lima tahun ke depan, sekaligus menyelaraskan visi dan misi pembangunan NTT,” katanya.
Refafi juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma yang dinilainya selalu hadir di tengah masyarakat.
“Bangga punya gubernur yang bekerja keras menggerakkan ekonomi NTT dan terus memperbaiki taraf hidup masyarakat lewat program-program yang menyentuh langsung rakyat bawah. Harapan kita, di setiap jeritan masyarakat, pemerintah selalu hadir, dan itu sudah dilakukan oleh gubernur dan wakil gubernur,” pungkasnya. (Tim)
